You are currently viewing Kegiatan PKM di Desa Gede Pangrango

Kegiatan PKM di Desa Gede Pangrango

Kaprodi Akuntansi, Ibu Ibu Tiwi Herninta, SE., MM. sukses mengikuti Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “Edukasi Pengelolaan Keuangan” untuk UMKM di Desa Gede Panggrango Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi selama dua hari Jumat (28/6/2024) hingga Sabtu (29/6/2024).

Kaprodi Akuntansi, Ibu Ibu Tiwi Herninta, SE., MM.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Kompartemen Akuntan Pendidik Forum Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi (FDAPT) DKI Jakarta.

Adapun koordinator FDAPT DKI Jakarta adalah Ibu Dr. Wiwi Idawati, SE., M.Si, Ak, CA, ACPA. Para pemateri disambut oleh Ketua Camat Bapak Susandikrilah, S.IP.,M.AP dan Koordinator UMKM Kadudampit Ibu Deasy Amalia.

Produk yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM di Desa Gede Panggrango Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi berupa makanan ringan (keripik, lumpia, kembang goyang, olahan singkok), warung wisata, kerajinan gelang, tebu dan kopi

Kegiatan ini melibatkan 15 Perguruan Tinggi termasuk IBN yakni Universitas Pancasila, Universitas IBN Khaldun Bogor, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, STIE Indonesia Banking School, Universitas Kristen Krida Wacana, Universitas Tarumanagara, Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya, Universitas Muhammadiyah Jakarta, IKPIA Perbanas Institute, STIE Jayakarta, Wiyatamandala School of Business, Universitas Bunda Mulia, Universitas Veteran Jakarta dan Sampoerna University.

Materi yang diberikan kepada pelaku UMKM memuat 3 topik khusus yakni Keuangan sederhana, kesadaran pajak UMKM dan Pemasaran Digital.

Pada kesempatan ini, Ibu Tiwi mewakili IBN memberikan materi tentang
“Pencatatan Sederhana Serta Perhitungan Harga Pokok Penjualan DANBEP”.

Pemateri, Pengurus desa dan para pelaku UMKM di Desa Gede Panggrango Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi

Menurutnya, pencatatan sederhana yang terdokumentasi dengan baik dapat membantu para pelaku UMKM untuk semakin mengembangkan usahanya.

“Bapak ibu dapat menentukan harga pokok penjualan dengan mempertimbangkan jumlah persediaan barang dan biaya tenaga kerja langsung yang digunakan dalam proses produksi,” ujarnya.

Adapun produk yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM dalam bentuk makanan ringan (keripik, lumpia, kembang goyang, olahan singkok), warung wisata, kerajinan gelang, tebu dan kopi.

Ibu Tiwi berharap melalui kegiatan ini para pelaku UMKM bisa menerapkan keseluruh materi yang diberikan oleh para pemateri demi kemajuan UMKM dan perekonomian desa.